Android 7.0 Nougat

Duniadroid.com – Mungkin anda penasaran, ada apa sebenarnya di sistem operasi Android yang terbaru ini? Nah, pengen tahu, simak terus artikel dan situs ini ya?

Apa sih yang terbaru ?

Situs resmi developer Android mengemukakan bahwa hal itu adalah tentang perilaku Android versi ini yang berbeda dengan versi-versi sebelumnya.

Baterai dan Memori

Android 7.0 menyertakan perubahan perilaku sistem yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan baterai perangkat dan mengurangi penggunaan RAM. Perubahan ini bisa memengaruhi akses aplikasi Anda ke sumber daya sistem, termasuk cara aplikasi Anda berinteraksi dengan aplikasi lain melalui maksud implisit tertentu.

Mode Mengantuk (doze)

Diperkenalkan dalam Android 6.0 (API level 23), Doze meningkatkan daya tahan baterai dengan menangguhkan aktivitas CPU dan jaringan bila pengguna tidak mencabut perangkat, tidak bergerak, dan layar dinonaktifkan. Android 7.0 lebih menyempurnakan doze (mengantuk) dengan menerapkan subset CPU dan pembatasan jaringan bila perangkat dicabut dan layar dinonaktifkan, namun tidak harus diam, misalnya, bila handset dibawa bepergian di saku pengguna.

doze-diagram-1

Gambar 1. Ilustrasi tentang cara doze menerapkan pembatasan aktivitas sistem tingkat pertama untuk meningkatkan daya tahan baterai.

Bila perangkat sedang menggunakan daya baterai, dan layar telah nonaktif selama jangka waktu tertentu, perangkat akan memasuki doze dan menerapkan subset pembatasan pertama: Perangkat akan menutup akses jaringan aplikasi, serta menangguhkan tugas dan sinkronisasi. Jika perangkat sedang diam selama jangka waktu tertentu setelah memasuki Istirahatkan, sistem akan menerapkan pembatasan Doze selebihnya terhadap alarm PowerManager.WakeLock, AlarmManager, GPS, dan pemindaian Wi-Fi. Tidak peduli apakah sebagian atau semua pembatasan Istirahatkan diterapkan, sistem akan membangunkan perangkat selama jeda masa pemeliharaan singkat, dan selama itu aplikasi diizinkan mengakses jaringan dan bisa mengeksekusi semua tugas/sinkronisasi yang telah ditangguhkan.

doze-diagram-2

Gambar 2. Ilustrasi tentang cara Istirahatkan menerapkan pembatasan aktivitas sistem level kedua setelah perangkat diam selama jangka waktu tertentu.

Perhatikan, mengaktifkan layar atau mencolokkan steker perangkat akan keluar dari doze dan membuang pembatasan pemrosesan ini. Perilaku tambahan ini tidak memengaruhi rekomendasi dan praktik terbaik dalam menyesuaikan aplikasi Anda dengan versi Istirahatkan sebelumnya yang diperkenalkan dalam Android 6.0 (API level 23), seperti yang dibahas di Mengoptimalkan untuk Istirahatkan dan Aplikasi Siaga. Anda tetap harus mengikuti saran itu, seperti menggunakan Google Cloud Messaging (GCM) untuk mengirim dan menerima pesan, serta mulai merencanakan pembaruan guna mengakomodasi perilaku doze tambahan.

Project Svelte: Optimalisasi Latar Belakang

Android 7.0 membuang tiga siaran implisit untuk membantu mengoptimalkan penggunaan memori dan konsumsi daya. Perubahan ini penting karena siaran implisit sering memulai aplikasi yang telah didaftarkan untuk mendengarkannya di latar belakang. Membuang siaran ini bisa sangat menguntungkan kinerja perangkat dan pengalaman pengguna.

Perangkat seluler sering kali mengalami perubahan konektivitas, seperti saat berpindah antara Wi-Fi dan data seluler. Saat ini, aplikasi bisa memantau perubahan dalam konektivitas dengan mendaftarkan suatu penerima untuk siaran implisit CONNECTIVITY_ACTION dalam manifes mereka. Karena banyak aplikasi yang didaftarkan untuk menerima siaran ini, switch jaringan tunggal bisa menyebabkan semuanya aktif dan memproses siaran tersebut secara bersamaan.

Demikian pula, dalam Android versi sebelumnya, aplikasi bisa mendaftar untuk menerima siaran implisit ACTION_NEW_PICTURE dan ACTION_NEW_VIDEOdari aplikasi lain, seperti Kamera. Bila pengguna mengambil gambar dengan aplikasi Kamera, semua aplikasi ini akan aktif untuk memproses siaran.

Untuk meminimalkan masalah ini, Android 7.0 menerapkan optimalisasi berikut:

  • Aplikasi yang menargetkan Android 7.0 tidak menerima siaran CONNECTIVITY_ACTION, sekalipun memiliki entri manifes untuk meminta notifikasi mengenai kejadian ini. Aplikasi yang berjalan tetap bisa mendengarkan CONNECTIVITY_CHANGE pada thread utama jika mereka meminta notifikasi dengan BroadcastReceiver.
  • Aplikasi tidak bisa mengirim atau menerima siaran ACTION_NEW_PICTURE atau ACTION_NEW_VIDEO. Optimalisasi ini memengaruhi semua aplikasi, bukan hanya aplikasi yang menargetkan Android 7.0.

Jika aplikasi menggunakan maksud ini, Anda harus membuang dependensi padanya secepat mungkin agar bisa menargetkan perangkat Android 7.0 dengan benar. Kerangka kerja Android menyediakan beberapa solusi untuk mengurangi kebutuhan akan siaran implisit ini. Misalnya, API JobScheduler menyediakan mekanisme yang tangguh untuk menjadwalkan operasi jaringan bila ketentuan yang ditetapkan, seperti koneksi ke jaringan berbiaya tetap, terpenuhi. Anda bahkan bisa menggunakan JobScheduler untuk bereaksi terhadap perubahan pada penyedia materi.

Untuk informasi selengkapnya tentang optimalisasi latar belakang di N dan cara menyesuaikan aplikasi Anda, lihat Optimalisasi Latar Belakang.

Perubahan Izin

Android 7.0 menyertakan perubahan pada izin yang bisa memengaruhi aplikasi Anda. Selanjutnya baca artikel tentang perubahan ijin di Android Nougat.

Berbagi File Antar Aplikasi

Untuk aplikasi yang menargetkan Android 7.0, kerangka kerja Android menerapkan kebijakan API StrictMode yang melarang mengekspos URI file:// di luar aplikasi Anda. Jika sebuah maksud berisi URI file meninggalkan aplikasi Anda, aplikasi tersebut akan gagal dengan pengecualian FileUriExposedException.

Untuk berbagi file antar aplikasi, Anda harus mengirim URI content:// dan memberikan izin akses sementara pada URI. Cara termudah untuk memberikan izin ini adalah dengan menggunakan kelas FileProvider. Untuk informasi selengkapnya mengenai izin dan berbagi file, lihat Berbagi File.

Peningkatan Aksesibilitas

Android 7.0 menyertakan perubahan yang bertujuan meningkatkan kegunaan platform untuk pengguna dengan penglihatan yang rendah atau lemah. Perubahan ini umumnya tidak memerlukan perubahan kode dalam aplikasi, akan tetapi Anda harus memeriksa fitur ini dan mengujinya dengan aplikasi untuk menilai kemungkinan dampaknya terhadap pengalaman pengguna.

Zoom Layar

Android 7.0 memungkinkan pengguna menyetel Display sizeyang akan memperbesar atau memperkecil semua elemen pada layar, sehingga meningkatkan aksesibilitas perangkat bagi pengguna yang kurang melihat. Pengguna tidak bisa memperbesar layar melebihi lebar layar minimum sw320dp, yang merupakan lebar Nexus 4, yakni ponsel ukuran sedang pada umumnya.

Bila kepadatan perangkat berubah, sistem akan memberi tahu aplikasi yang sedang berjalan dengan cara berikut:

  • Jika aplikasi menargetkan API level 23 atau yang lebih rendah, sistem secara otomatis akan mematikan semua proses latar belakang. Artinya, jika pengguna beralih dari aplikasi tersebut untuk membuka layar Settings dan mengubah setelan Display size, maka sistem akan mematikan aplikasi tersebut dengan cara yang sama dengan situasi dengan memori minim. Jika aplikasi memiliki beberapa proses latar depan, sistem akan memberi tahu proses tersebut mengenai perubahan konfigurasi seperti dijelaskan dalam Menangani Perubahan Waktu Proses, seolah-olah orientasi perangkat telah berubah.
  • Jika sebuah aplikasi menargetkan Android 7.0, semua prosesnya (latar depan dan latar belakang) akan diberi tahu mengenai perubahan konfigurasi seperti dijelaskan dalam Menangani Perubahan Waktu Proses.

Sebagian besar aplikasi tidak perlu melakukan perubahan untuk mendukung fitur ini, asalkan aplikasi tersebut mengikuti praktik terbaik Android. Hal-hal tertentu yang harus diperiksa:

  • Uji aplikasi Anda pada perangkat dengan lebar layar sw320dp dan pastikan aplikasinya berjalan dengan semestinya.
  • Bila konfigurasi perangkat berubah, perbarui informasi cache yang bergantung pada kepadatan, seperti bitmap di cache atau sumber daya yang dimuat dari jaringan. Periksa perubahan konfigurasi bila aplikasi melanjutkan dari status dihentikan sementara.

    Catatan: Catatan: Jika Anda meng-cache data yang bergantung pada konfigurasi, ada baiknya untuk menyertakan metadata yang relevan seperti ukuran layar atau kepadatan piksel yang sesuai untuk data tersebut. Menyimpan metadata ini memungkinkan Anda untuk memutuskan apakah perlu segarkan data cache setelah perubahan konfigurasi.

  • Hindari menetapkan dimensi dengan satuan px, karena satuan ini tidak diskalakan dengan kepadatan layar. Sebagai gantinya, tetapkan dimensi dengan satuan piksel yang tidak bergantung kepadatan (dp).

Vision Settings di Setup Wizard

Android 7.0 menyertakan Vision Settings di layar Sambutan, di mana pengguna bisa menyiapkan setelan aksesibilitas berikut pada perangkat baru: Magnification gesture, Font size, Display size dan TalkBack. Perubahan ini meningkatkan visibilitas bug terkait dengan setelan layar yang berbeda. Untuk mengurangi dampak fitur ini, Anda harus menguji aplikasi dengan setelan ini diaktifkan. Anda bisa menemukannya pada Settings > Accessibility.

 Penautan Aplikasi NDK ke Pustaka Platform

Mulai Android 7.0, sistem mencegah aplikasi menautkan secara dinamis ke pustaka non-NDK, sehingga dapat menyebabkan aplikasi Anda mogok. Perubahan dalam perilaku ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman aplikasi yang konsisten di semua pembaruan platform dan perangkat yang berbeda. Walaupun kode Anda mungkin tidak menautkan ke pustaka privat, mungkin saja pustaka statis pihak ketiga di aplikasi Anda bisa melakukannya. Karena itu, semua developer harus memeriksa untuk memastikan bahwa aplikasi mereka tidak mogok pada perangkat yang menjalankan Android 7.0. Jika aplikasi Anda menggunakan kode asli, Anda hanya boleh menggunakan API NDK publik.

(sohen)

Sumber : Android Developer Site

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *